KISAH KU #1 Langkah Pertamaku di Tengah Hujan
Kelas 1 SD
Aku adalah
anak yang penuh rasa ingin tahu, selalu tertawa, dan selalu mencari cara untuk
membuat hari-hariku terasa seru. Namaku Rizky Dwian Nufanda. Tahun 2009 adalah
tahun yang tak akan pernah aku lupakan tahun di mana untuk pertama kalinya aku
melangkah ke dunia sekolah dasar, tempat yang nantinya akan membentuk banyak
bagian dari diriku.
Hari
pertamaku di SD Negeri Inpres 014729 Lubuk Besar berlangsung di tengah hujan deras. Aku dan
abangku diantar oleh ibu, berjalan kaki sekitar satu kilometer dari rumah
dengan payung kecil yang hanya cukup melindungi sebagian dari kami. Meski basah
dan agak gugup, ada perasaan antusias yang besar dalam diriku. Kami tiba di
sekolah dan segera mencari tempat duduk. Aku ingat jelas, aku duduk di barisan
paling belakang.
Hari itu
juga aku bertemu dengan Gian Arya Sena, seorang anak yang ternyata tinggal
kelas. Tapi aku tidak tahu pasti kenapa. Aku hanya merasa senang karena sudah
punya teman baru. Lalu, tanpa diduga, wali kelasku, Ibu Aisyah, memanggilku
untuk bernyanyi di depan kelas. Entah kenapa aku tidak merasa malu, malah
semangat sekali. Dengan suara lantang, aku menyanyikan lagu “Sayang Semuanya.”
Sampai-sampai para orang tua yang masih menunggu anak-anak mereka mengira aku
adalah anak yang tinggal kelas karena begitu percaya diri di hari pertama.
Untung ibuku langsung menegaskan, “Itu anak saya, bukan anak yang tinggal kelas!”
Hahaha, aku masih suka tertawa sendiri saat mengingat momen itu.
Hari-hari
berikutnya dipenuhi dengan belajar seperti biasa. Salah satunya adalah ketika
guru menyuruh kami menulis catatan hingga sepuluh baris. Sekilas terdengar
sedikit, tapi bagiku yang masih kelas satu, rasanya itu berat dan capek sekali!
Tangan kecilku rasanya pegal luar biasa hanya untuk menyelesaikan beberapa baris.
Namanya juga anak kelas satu, hahaha.
Dan ada satu
hal lagi yang lucu waktu pertama kali menulis di buku sekolah, aku justru
menulis dari kanan ke kiri! Aku lupa kalau di sekolah harusnya menulis dari
kiri ke kanan. Tapi hal itu masuk akal karena sebelum masuk SD, aku belajar
lebih dulu di TPA (Taman Pembacaan Al-Qur'an), di mana aku terbiasa menulis
huruf Arab yang memang dari kanan ke kiri. Jadi otakku agak bingung
menyesuaikan! Hahaha.
Tentu saja,
tidak semua berjalan mulus. Suatu hari, aku datang ke sekolah pada jam siang
karena kurang memperhatikan jadwal. Padahal, aku seharusnya masuk pagi! Saat
sampai di sekolah, aku malah melihat teman-temanku sudah pulang. Tanpa berpikir
panjang, aku ikut pulang juga. Jadilah hari itu aku tidak sekolah. Hahaha,
benar-benar klasik!!
Walau banyak
bermain dan tertawa, aku tetap belajar dengan serius. Di akhir tahun, aku
mendapat peringkat enam di kelas. Mungkin itu belum terlalu membanggakan, tapi
aku tahu, itu adalah awal dari perjalanan panjangku. Aku berharap bisa lebih
baik di kelas dua nanti.
Masa kelas satu SD-ku adalah kumpulan momen yang penuh
tawa, kebingungan, dan juga pembelajaran. Itu adalah langkah pertamaku dalam
memahami dunia, dan setiap langkah itu terasa istimewa.
